Motif Batik Klasik Truntum -Tumbuh dan Berseminya Cinta Kasih

Truntum Tumbuh dan Berseminya Cinta Kasih

Salah satu motih batik klasik yang sering dicari adalah motif truntum. Motif dengan pola truntum sudah sangat tua namun masih banyak dicari di daerah Jawa seperti Surakarta, yogyakarta atapun daerah Jawa Timur.

Motif Truntum yang diciptakan oleh Kanjeng Ratu Kencana (Permaisuri Sunan Paku Buwana III) bermakna cinta yang tumbuh kembali. Dia menciptakan motif ini sebagai symbol cinta yang tulus tanpa syarat, abadi, dan semakin lama semakin terasa subur berkembang (tumaruntum). Karena maknanya, kain bermotif truntum biasa dipakai oleh orang tua pengantin pada hari penikahan.

Pendapat Lain dari motif truntumadalah dari asal kata tumaruntum yang artinya bergandengan tangan bisa juga saling menuntun. Diharapkan kehidupan Dua Orang yang menjadi pengantin saling bersinergi, saling bergandengan tangan, saling menuntun dalam menjalani samudera kehidupan berdua terus bergandengan sampai kaken-kaken ninen-ninen atau sampai tua nanti selalu berdua dan hanya maut yang meisahkannya.

Pola Truntum juga melambangkan dua sisi gelap dan terang dalam keidupan, kehidupan akan semakin selaras dan sejalan apabila kita menyikapi masa terang dan gelap dalam hidup kita dengan kewajaran sehingga timbul harmonisasi kehidupan yyang utuh. Apabila kita mengalami kegelapan dalam kehidupan kita maka carilahtitik titik terang seperti bunga bunga yang seakan akan bersinar dalam pola truntum yang terkesan gelap.
Dalem bukan maknanya???

*red:
– wikipedia indonesia https://id.wikipedia.org/wiki/Batik_Truntum
– Pola batik klasik Pesan tersembunyi yang terlipakan oleh: oetarisiswomihardjo P.

batik, batik indonesia, batik klasik, baju batik, kain batik, batik modern, batik pekalongan, batik yogyakarta, batik solo, yanicollection

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *